Perjuangan
Suatu
malam teringat jalan panjang yang telah saya lalui. Dengan berbagai macam
perasaan dan kondisi serta permasalahan yang terjadi. Membawah diri saya
belajar banyak tentang segala hal di kehidupan ini. Mulai dari kejatuhan saya
yang pada akhirnya saya menemukan jalan berpegang lalu bangkit kembali. Bahkan hidup
saya menjadi lebih baik dan terbentuk sebuah dorongan dari dalam diri saya
untuk bangkit dan maju menghadapinya. Memang benar lewat perenungan yang dalam
dan berkomunikasi dengan diri sendiri apa yang sebenarnya di hadapi. Dan apa yang
sesungguhnya yang kita inginkan, tindakan apa yang akan kita lakukan dan
bagaimana persepsi orang tentang kita. Komunikasi seperti inilah yang membawah
renungan di dirikita. Kalau kita berhasil menjawab setiap pertanyaan itu tentunya
kita akan menemukan jalan untuk bangkit.
Dan kita
bisa melihat masa depan kita lebih jauh ke depannya dengan tindakan kita
sekarang. Lewat perenungan akan hidup yang kita alami kita akhirnya tersadar
pentingnya kita merekonstruksi apa yang sesungguh jalur perjuangan harus kita
lakukan diwujudkan dengan tindakan yang cukup signifikan. Memang didalam penuh
dengan pilihan-pilihan yang membuat kita terlena akan semuanya. Terutama pada
cinta dan harta yang kedua hal tersebut terus beriringan. Dulu kadang saya
bertanya pada diri saya sendiri ketika melihat semua teman-temannya dari anak
orang berada PNS,Pengusaha atau mungkin dari anak Tuan tanah yang tanahnya
luas. Sungguh hebat ya mereka yang terlahir di orang tua seperti itu serba ada
dan menunjang sekali dengan karir mereka. Mereka bisa dicintai banyak perempuan,
banyak teman yang menyukai mereka, atau membicarakan mereka hebat dan itu. Kadang
dulu saya tidak bisa tidur ketika melihat dan memikirkan itu semua. Lambat laun
dengan satu pukulan cambuk pada diri saya waktu itu tidak diterimah di sekolah
ternama membawah perubahan besar didalam diri saya.
Dititik
itu akhirnya saya berpikir bahwa saya tidak bisa seperti ini terus. Bagaimana dengan
masa depan saya. Saya tidak ingin berakhir dengan sama seperti orang-orang yang
dulu lebih dari saya yang tidak mencapai apa-apa kecuali bergantung dari harta
orang tua. Atau mungkin berakhir di tempat duduk deker yang kerjaan setiap
malam minum dideker atau membuat ricu disetiap acara. Saya melihat diantara
teman-teman saya tidak melihat itu semua. Bagaimana caranya membangun, mencintai
bangsa, serta menanamkan sikap integritas serta kedisplinan akan pendidikan. Banyak
yang hanya berirentasi hanya pada pencapai harta atau materi melupakan ada hal
yang sangat penting yaitu beribada kepada Allah Swt dengan memberih terhadap
sesama, serta tidak takut akan kehilangan harta. Saya pernah membaca buku Khairul
Tanjung kau harus punya materi agar engaku bisa memberikan yang terbaik kepada
sesama.
Komentar
Posting Komentar